Rabu, 01 Juni 2016

Tips aman sederhana mendownload file di Internet

Mencegah lebih baik daripada mengobati kan?
nah berikut saya uraikan secara sigkat tips aman sederhana saja ketika akan mendownload file di internet, maklum sekarang zamannya global. Hal-hal buruk saja bisa terjadi kapan saja jika kita lengah tidak mengantisipasinya yang akan berakibat pada hal lainnya,
Oke langsung saja jangan kelamaan basa-basi heheh...
Ketika mendownload suatu file ada beberapa orang yang khawatir  terhadap file yang didownloadnya jangan-jangan file bervirus. Memang hampir sebagian besar virus menginjeksi kedalam sistem komputer melalui celah satu ini, menyerang sebagian besar sistem operasi diantaranya adalah Windows, Linux, Mac, dll. Tetapi mayoritas orang Indonesia menggunakan system operasi windows walaupun OS ini yang paling rentan keamananya oleh virus tersebut.



Berikut  ada tips aman  mendownload file di internet :

  1. Gunakanlah program gratis (freeware) untuk mencegah  permasalahaan penggunaan hak cipta di dunia maya, karena jika kita melanggar hak cipta bisa dituntut undang-undang yang telah mengaturnya.
  2. Hati-hati memilih extension file (misal .exe, .rar, .zip, .doc, .pdf) yang akan didownload khususnya  file instalan aplikasi ber-ekstensi ‘.exe’ karena extension ini banyak dijadikan extension virus.
  3. Download file dari situs resmi, resiko terjangkiti virus akan  kecil dibanding download secara bebas di file sharing seperti 4shared.com, indowebster.com, dll.
  4. Jika mendownload file bukan dari situs resmi maka disarankan  memilih file dengan extension kompresi seperti RAR atau ZIP. File-file  tersebut merupakan file yang telah dikompres agar keamanan file lebih  terjaga. Selain itu fungsi kompresi file juga membuat ukurannya lebih kecil dari aslinya tanpa merubah keaslian file, sehingga mempercepat proses download.
  5. Install antivirus dan update-lah secara berkala. Ini yang paling penting, jika kita parno cukup lakukan hal ini saja. Karena semua file yang ter-download akan otomnatis di-scan terlebih dahulu oleh antivirus sebelum bisa kita gunakan filenya. Tetapi jangan menginstal banyak antivirus karena hal ini dapat memperlambat kinerja komputer.


Kamis, 08 Januari 2015

Cara Membuat Akun Gmail Dengan Cepat di Android

Kali ini saya akan share cara membuat akun email/gmail dengan cepat dan mudah di hp android. Hanya dibutuhkan waktu 1 menitan untuk membuat akun baru ini, caranya gampang gan.






Berikut langkah-langkah nya disertai gambar dan penjelasan setiap gambar.
Pertama masuk ke menu seting, kemudian tambahkan akun

















terus nanti ada banyak pilihan, pilih google

















kemudian pilih baru


tinggal isi nama depan dan nama belakang, bebas

















masukan nama akun untuk gmail kita, contoh ini

















pilih saran lain, tinggal pilih salah satu yang sesuai dengan keinginan kita

















kemudian masukan password, ingat yang mudah diingat. minimal 8 karakter, lebih baik gabungan antara huruf dan angka supaya orang lain tidak mudah mengetahui password akun kita.















kalo kita agak pelupa, bisa membuat pengaturan ini.
Nantinya google akan mengirim password ke nomor handphone. 
Tapi jika tidak perlu pilih lain kali saja.


Pilih setuju, dengan menyetujui ketentuan dari pihak google


Jika kita ingin  menghubungkan akun gmail dengan aplikasi hangout, google drive pilih memulai.
tapi jika untuk keprluan email saja pilih jangan sekarang.


















Jika ingin mengsinkronisasikan secara otomatis xentang sja semua pilhannya.
boleh dipilih beberapa saja ataupun tidak juga tidak apa-apa.

















Dan akhirnya pembuatan email beres. selamat mencoba.

Minggu, 05 Oktober 2014

Kemah kepenulisan di Darmacaang

       

Satu hari berselang setelah mengikuti acara kemah menulis yang diselenggarakan oleh KOPI (komunitas penulis IAIC), namun rasa nyaman belum bisa hilang ketika berada dibumi perkemahan Darmacaang Cikoneng yang terletak di Kabupaten Ciamis. Perjalanan dari Cipasung menuju tempat perkemahan cukup jauh, namun rasa lelah dan panas perlahan hilang setelah mendekati tujuan utama perjalanan. Kami disuguhi pemandangan alam yang indah,  cekungan lembah dan dataran tinggi yang ditumbuhi pepohonan pinus mulai kami temui disana, suara bising dijalan perkotaan yang sempat menggangu ditelinga tergantikan dengan suara alam, kicauan burung-burung, seolah menyambut kedatangan tamu spesial mereka.
    Hijau teduh damai hamparan pinus terlihat setelah sampai ditempat perkemahan, karena memang sebenarnya tempat itu adalah perkebunan milik perhutani yang hasil kekayaan dari menyadap getahnya diekspor sampai luar negeri lho. Kucoba mencari sandaran pada pohon pinus untuk sekedar beristirahat sejenak menghilangkan penak dikepala, sambil bertafakur pada alam ditemani semilir angin yang berirama menyambut kedatanganku disini. Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah indah sejuk tenang alam sekitar hamparan hijau memukau. Kuhirup udaraMu sepuas jiwa yang sedang membahana, suara serangga menyanyikan lagu sendu akan kerinduanku pada alam setelah lama tak jumpa dengannya. Lalu, kupejamkan mata semakin dalam merasa, betapa takbjubnya hati ini Tuhan dengan anugerah-Mu.
    Ah… rupanya aku terlena, dibuat lupa dengan maksud kedatanganku kesini, kawan-kawan menyapa meminta bantuan untuk mendirikan tenda kemah disela-sela pohon pinus sebelum hari mulai sore. Kuberanjak pergi sambil membawa seutas tali untuk mengikat tenda pada pepohonan dan menghampiri salah satu kumpulan kawan KOPI yang sedang mencangkul, mendatarkan tanah agar bisa sedikit merasakan nyaman tidur disana. Sebagian yang lainnya membentangkan tali pengikat yang diletakkan diantara dua pohon untuk membentangkan bendera kekaguman kami, ya.. Indonesiaku tercinta dan KOPI disisi sebelah timur jalan masuk dari samping jalan. Sementara kawan KOPI perempuan menyiapkan alat-alat dapur untuk persiapan memasak, membuat tungku dari batu juga dibantu oleh kawan KOPI laki-laki mencarikan kayu bakar.
      Satu persatu pekerjaan beres, kamipun duduk santai berkumpul bersenda gurau sambil menunggu arahan selanjutnya dari ketua panitia. Kami berkumpul disalah satu sudut kebun pinus untuk upacara pembukaan acara kemah menulis, menyanyikan hymne KOPI bersama dan setelahnya panitia bersiap untuk memberikan materi kepada semua peserta dan kebetulan saya mendapat tugas juga, untuk membuka pembicaraan. Setelah diberi kesempatan oleh pengatur acara, saya memulai percakapan didepan peserta untuk memberikan prakata tentang pilar KOPI, yaitu Attitude Moralitas Spiritualitas, kepemimpinan dan lima teknis standarisasi KOPI. Terlihat wajah antusias, serius dan santai dari raut muka mereka saat itu. Selang beberapa beberapa menit kuakhiri pembicaraan dan kulempar tugas ke pembawa materi selanjutnya, kawan Ilham untuk melanjutkan materi tentang kepemimpinan, yang intinya berbicara tentang kekeluargaan dan kebersamaan yang harus tetap dibina dengan adanya relasi antar kawan KOPI, dalam merealisasikan mimpi KOPI untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
      Jelang senja diantara bukit yang terjepit kuning mega, sinar surya terpantul dirindang pepohonan, jingga itu berikan relaksasi sempurna, bibirku berbisik pada rerumputan ketika angin ikuti petang, betapa indahnya. Dalam diam tanpa sedikit keraguan, hati sempat bergumam sepenuh kekagumanku pada alam, namun suaraku ditelan oleh tasbih pegunungan, suara angin melewati dedaunan pohon, riuhnya seolah merasuk jiwa dan saling menerkam pada gelisah hati yang kian lama semakin dibuat resah, kebisuan ini bukan terpaksa, aku malu pada kesempurnaan Cinta-Nya.
Hari sudah semakin sore, dan kami beranjak turun ke perkemahan dari dataran yang lebih tinggi untuk mengantar sang surya ke peraduan malamnya. Tak merasa sepi dimalam itu, karena disana sedang diselimuti hangat sukacita kebahagiaan dapat berkumpul bersama. Mendekati tengah malam, semua kawan KOPI berkumpul melingkar ditengah lapangan sempit perkemahan menumpuk kayu bakar untuk menyalakan api unggun penghangat badan, api pun dinyalakan dan materi kepenulisan dilanjutkan oleh Kang Kiki sebagai ketua KOPI pada saat itu.
      Perlu diketahui, bahwa sebelum acara kemah dimulai pada upacara pembukaan, kita semua mengadakan kontrak acara, dan salah satunya setiap peserta dibebani untuk mengawasi dan memperhatikan lawannya, semua penilaiannya harus ditulis dalam secarik kertas, baik itu dari segi penampilan, sifat, cara berkomunikasi dengan teman, bahkan sampai cara berjalannya, dan lain-lain. Tugas ini diberikan tak lain adalah untuk mengetahui seberapa besar sensitifitas mereka terhadap orang lain, karena penulis haruslah peka, peka terhadap semua hal yang ada disekitarnya. Kemudian dimalam api unggun semua hasil penilaian terhadap temannya dikumpulkan panitia untuk dibaca satu persatu. Dari semua peserta ada yang tertawa, tersenyum, karena dia menjadi objek penilaian. Pun sampai hal-hal kecil tanpa disadarinya diungkap disana oleh temannya.
Ditengah-tengah kebahagiaan itu, raut wajah mereka berubah seketika menjadi panik ketika menyadari salah satu temannya tak ada dalam barisan. Terlebih lagi yang hilang adalah kawan perempuan, sangat ditakutkan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Semua orang bertanya-tanya kemanakah dia, dan kenapa dia bisa menghilang tanpa disadari. Mungkinkah kesasar tak tau arah, atau terjatuh ke lembah perbukitan karena gelap? Tidak, tidak.. ini semua memang telah disetting sebelumnya tanpa diketahui peserta kemah, hehehe…. dan ini, merupakan kelanjutan dari sesi sebelumnya, untuk mengasah kepekaan jiwa perasa mereka terhadap temannya, bagaimana jika terjadi hal-hal buruk pada temannya sendiri. Jadi intinya, setiap penulis itu dituntut untuk lebih peka terhadap sekitarnya, begitu. ^_^
Malam yang sepi itu pecah, ketika ada satu teman laki-lakinya berteriak-teriak sehingga membangunkan peserta lainnya, memarahi panitia karena dianggap tak becus mengurus peserta, cekcok antara panitia dan pesertapun didramatisasi, kejadian itu semakin menjadi hingga adu fisik, tetapi masih dalam batas wajar. Setelah satu jam terjadi adu mulut, peserta yang hilang dibawa kelapangan dipertemukan dengan temannya, dan mereka memeluknya, karena saking sayangnya dan telah tumbuh rasa kekeluargaan diantara mereka. Diakhir malam, panitia menjelaskan semuanya, dan tertawa bersama, tangis kebahagiaan, dengan kejadian tadi yang sempat membuat keadaan menjadi tidak kondusif.
Dan tak terasa waktu fajar sudah datang, dan kami semua segera bergegas mengambil air wudhu kemudian pergi ke mesjid. Ketika embun masih membasahi dunia, bersama-sama menjemput matahari di ufuk timur yang menjanjikan sejuta keinginan. Pagi telah kembali, nyanyian rinduku memanggilmu, hanya hitungan waktu semalam sejenak terlelap berhenti.
Pemaparan materi kali ini sangat menarik, penjelasan lebih jauh tentang spiritualitas dalam menulis yang dibimbing oleh Pak Asep Tamam dan Kang Dudi sebagai pamungkas acara. Kami semua mendapatkan pengalaman baru dalam dunia kepenulisan, motivasi untuk mencoba terus menggerakkan pena, semangat juang tanpa henti. Pengalaman yang sangat berkesan, khususnya untuk saya sendiri dalam dunia literasi. Tak cukup sampai disini diakhir waktunya pulang, sangat berharap bisa berkumpul disesi kemah selanjutnya dengan tema tulisan menarik dan sejuta pengalaman baru lagi. Sampai bertemu diekspedisi KOPI selanjutnya kawan. Aku, kalian dan kita, semangat perjuangan yang saling menguatkan ketika kehilangan, Sebab kalian jauh, kurekatkan rindu melalui pena.

Salam hangat kopi;
Kawanmu,
Abdulloh Aziz, 04 Juni 2014

Minggu, 16 Maret 2014

Whatever, i don't care [!]

[Sebetulnya tulisan ini udah diposting di FB saya, supaya bisa dibaca publik maka saya post diblog]


Wajar saja bila masih tahap pemula, yang memulai dengan curat-coret teu puguh. Dari komentar pembaca yang setuju ataupun tidak setuju, dibilang gak bermutu lah, tulisannya jelek, dan selentingan-selentingan negative lainnya. Padahal menurut saya pribadi, mau terus menulis juga sudah bagus, bersyukur, daripada gak menulis sama sekali [mungkin menulis sms kali ya??, hehe]. Sampai dibilang copas, Lha cuek saja kalau ada yang bilang tulisan non-fiksinya gak bermutu, atau karya fiksinya gak nyastra. Mau dibilang tulisan anak singkong juga gapapa, toh harga singkong juga sekarang mahal. 

Kalaupun memang setelah menulis kesan orang lain tak sesuai harapan kita, maklumi saja. Gini lho misalnya, kita menulis artikel atau tulisan lainnya dengan isi yang sedikit serius tapi alhasil reaksi pembaca malah tertawa membacanya, atau sebaliknya. Bagi saya, pendapat tiap orang beda-beda, cukup hadapi dengan sikap cuek, jangan teralu diambil pusing. Dan sikap cuek ada baiknya memang harus diterapkan sejak awal, kita tetapkan standar kriteria sendiri, kalau saja kita merasa mau menulis hal yang menurut orang lain kurang bagus dibicarakan padahal menurut kita itu bagus, tulis saja. Nah nanti setelah merasa nyaman, tenang dan bisa menghasilkan karya yang banyak tanpa merasa terganggu dengan apa yang orang lain katakan atau apalah, barulah kurangi sedikit demi sedikit sikap cuek itu.



Menulis, berpendapat, bagi saya semua adalah cara menuangkan gagasan dan sesuatu yang bergemuruh didalam hati, malang melintang didalam fikiran, greget kalo ide tulisan kita tak diberitahukan pada orang lain, soal bagaimana cara penuangan ide tergantung kreasi dan seni penulis. Karena tiap penulis mempunyai cara sendiri, bisa juga dengan mengikuti jejak penulis yang handal dengan teori-teori kepenulisannya.
Menyampaikan pendapat, berbicara diumum, ataupun menulis itu adalah hak setiap manusia, bebas berekspresi asalkan punya tatakrama. Tapi, pernah ga sob kita menemui kejadian ketika menyampaikan opini ataupun fakta banyak kritikan-kritikan pembaca, dari yang komentarnya pedas sampai pedas pake banget? 

Ada banyak nilai plus ketika menulis, prinsipnya sederhana saja yaitu mendapat kepuasan tersendiri setelah menghasilkan sebuah karya, [subhanallah.. bangga ya?] kemudian lebih jauhnya lagi tulisan kita bisa dibaca oleh pembaca lain. 

Dari semua kejadian yang kita temui didunia nyata atau dunia maya, akhirnya bisa berfikir bahwa semua penulis harus menemukan caranya masing-masing untuk mengukur seberapa jauh kualitas tulisannya, saran dan kritikan itu tentu sangat penting, sebgai dorongan untuk terus lebih baik. Dan point yang paling penting dari semuanya adalah kita harus jujur pada diri sendiri, introspeksi dan selalu mendengar masukan-masukan baik dari dalam atau luar diri. Apakah masih harus berlatih menajamkan pensilnya, ataulah harus menutup penanya? Itu terserah kita, toh kita sendiri masing-masing yang menjalaninya, iya to?

Selasa, 30 Juli 2013

Untuk Seseorang Yang Ada Dihatiku

Untuk seseorang yang Selalu ada di hatiku..
Maafkan aku..Jika aku tak memberimu kabar
Maafkan aku..Jika aku tak memberimu kata-kata seperti Anak zaman sekarang
Maafkan aku.. jika aku tidak memberikan Hadiah kepadamu
Maafkan aku jika aku tidak mengajakmu jalan-jalan seperti muda-mudi sekarang

Bukan karena aku tak bisaa..
Tetapi karena aku Tak ingin mengajakmu hubungan yang di larang Allah
Aku tak ingin terjerumuskanmu kepada kemaksiatan
Aku tak ingin membuatmu menyesal di kemudian hari..

Bukan aku Tak menyayangimu..
Justru karena aku sangat menyayangimu..
Karena aku tak ingin membuatmu menangis di kemudian hari..

Bukan aku tak mencintaimu..
Justru aku sangat mencintaimu, Dalam setiap Do'aku ku ucapkan Namamu kepada Allah, agar

Ikatan Cinta kita bisa terjaga Suci..
Cukup aku mencintaimu dalam diamku... Sampai pada waktunya yang telah di tentukan oleh

Allah untukku dan untukmu..
karena itu.. Maafkanlah aku ..

*copas